ads

Iklan
LATEST UPDATES

Senin, 06 April 2026

Berawal dari Curanmor di Jangkar, Polres Situbondo Bongkar Komplotan Curas Jalan Moncel


Sepak terjang komplotan pencurian dengan kekerasan yang meresahkan warga Situbondo akhirnya kandas. Polres Situbondo Polda Jatim berhasil mengamankan tiga pemuda asal Kecamatan Jangkar yang tak segan melukai korbannya dengan celurit. Pengungkapan ini berawal dari pengembangan kasus pencurian sepeda motor di wilayah Jangkar pada Jumat (3/4/2026), lalu merembet ke aksi brutal di Jalan Moncel.

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie menjelaskan bahwa tim gabungan dari Unit Resmob Timur, Resmob Tengah, dan Unit Reskrim Polsek Panji bekerja keras memburu para pelaku. "Saat mengamankan MRS (21) atas kasus curanmor di Desa Jangkar, interogasi mendalam mengungkap bahwa ia juga terlibat curas bersama dua rekannya," ujarnya, Senin (6/4/2026). Berbekal pengakuan itu, polisi langsung memburu ARH (22) dan IBM (19).

Di hari yang sama, ketiganya berhasil diringkus. Aksi mereka terjadi pada Senin dini hari (2/2/2026) di Jalan Moncel, Desa Juglangan. Korban SP yang mengendarai Honda Vario 150 sendirian dipepet, ditendang hingga jatuh, lalu dilukai dengan celurit di punggung kanan dan kiri. Dalam kondisi luka, motornya yang bernilai Rp21,5 juta dibawa kabur.

Kasat Reskrim AKP Agung Hartawan menambahkan bahwa bukti sangat kuat: sarung celurit, sandal kiri pelaku yang tertinggal di TKP, celurit yang disembunyikan di rumah, baju korban sobek, dan hasil visum. Polisi mengimbau warga waspada saat berkendara malam hari. Jika ada gerak mencurigakan, segera hubungi 110, gratis dan siaga 24 jam. (Avs)

751 Atlet Tanding, Bripda Petra Polri yang Rajin Bersihkan Kandang Alma Justru Raih Emas KASAL Cup V


Siapa sangka, seorang polisi yang kesehariannya membersihkan kandang anjing dan memandikan K9 Alma bisa keluar sebagai juara di ajang nasional? Bripda Petra Julio Alexandro Sihombing, personel Subdit Cakal Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri, membuktikan bahwa disiplin dari merawat satwa pelacak bom bisa mengantarkannya ke podium tertinggi. Dalam KASAL Cup V 2026, kejuaraan karate yang mempertemukan 751 atlet dari 82 kontingen, ia menyabet medali emas.

Ajang yang berlangsung 4–5 April 2026 di GOR Ciracas, Jakarta Timur ini dibuka oleh Laksamana Madya TNI Edwin dalam rangka HUT ke-80 POMAL. Bripda Petra tampil perkasa di kelas Kumite Perorangan TNI/Polri -60 Kg Putra. Kesehariannya bersama Alma—memberi pakan, mengecek kesehatan, latihan deteksi bahan peledak—telah membentuk mental baja. Setiap hari ia belajar sabar dan teliti. Karakter itu ia bawa ke atas matras, dan lawan-lawannya pun tak berkutik.

Rekan setimnya, Bripda Salma Aulia, juga meraih medali perunggu di kelas -68 Kg Putri. Kakorsabhara Baharkam Polri, Irjen Pol Mulya Hasudungan Ritonga, tak henti memuji. "Yang satu mahir deteksi bom, yang satu jago karate. Polri akan terus membangun SDM unggul," tegasnya. Ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya fokus pada tugas operasional, tetapi juga pengembangan potensi individu.

Keberhasilan ini menjadi inspirasi bahwa tidak ada batasan antara tugas rutin dan prestasi gemilang. Bripda Petra adalah bukti hidup: seorang handler K9 yang rajin membersihkan kandang bisa sekaligus menjadi juara nasional. Polri pun berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya anggota yang tangguh, berprestasi, dan siap mengabdi di berbagai medan. (Avs)

117 Hari Ditahan, Tersangka UF Akhirnya Dilimpahkan ke Kejaksaan dalam Kasus Oknum Lora Bangkalan


Proses hukum kasus kekerasan seksual yang melibatkan oknum Lora di Bangkalan memasuki babak baru. Polda Jawa Timur resmi melimpahkan tersangka UF ke Kejaksaan Negeri Bangkalan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P21. Pelimpahan yang dikenal sebagai tahap II ini dilakukan pada Senin (6/4/2026), menandai bahwa penyidikan telah rampung dan siap untuk disidangkan.

Direktur Reserse PPA-PPO Polda Jatim, Kombes Pol Ganis Setyaningrum, mengungkapkan rasa syukurnya atas status P21 yang diberikan kejaksaan. "Alhamdulillah, berkas UF sudah lengkap secara formal dan material," ujarnya. Dengan status ini, penyidik tak perlu lagi menambah petunjuk atau bukti, sehingga proses hukum bisa segera bergulir ke pengadilan.

Selain UF, kasus ini masih menyisakan satu tersangka lain berinisial S. Berkas S saat ini masih menunggu petunjuk dari jaksa dan belum dinyatakan P21. Kombes Ganis berharap prosesnya segera rampung agar bisa menyusul UF ke tahap penyerahan berikutnya. Selama kurang lebih 117 hari, UF telah ditahan di Rutan Polda Jatim.

Korban dalam kasus ini tak dibiarkan sendiri. Mereka telah menerima perlindungan dan pendampingan dari lembaga terkait, termasuk koordinasi dengan LPSK. Penyidik pun masih membuka kemungkinan adanya korban lain, sehingga pengembangan kasus terus dilakukan. (Avs)

Polantas Nganjuk: Parkir di Bahu Jalan Exit Tol? Bukan Cuma Melanggar, Tapi Membahayakan Nyawa


Sering dianggap remeh, padahal dampaknya mematikan. Itulah pesan utama yang disampaikan Satlantas Polres Nganjuk lewat program "Polantas Menyapa" di exit tol Nganjuk, Senin (6/4/2026). Petugas Unit Patroli bergerak cepat mengedukasi pengendara bahwa bahu jalan bukan area parkir, melainkan jalur penyelamatan.

Risiko yang mengintai sangat nyata: kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan yang berhenti mendadak di bahu jalan, serta peluang munculnya kejahatan jalanan. Daerah exit tol yang sepi dan minim penerangan di malam hari bisa menjadi lokasi rawan jika banyak kendaraan parkir sembarangan. Karena itu, langkah preventif ini diambil sebelum ada korban.

AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas Polres Nganjuk, menegaskan bahwa aturan ini bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan melindungi. "Bahu jalan hanya untuk keadaan darurat, seperti mobil mogok atau ambulans. Di luar itu, jangan pernah berhenti," ujarnya. Dengan nada tegas namun tetap bersahabat, ia dan timnya berhasil menyadarkan puluhan pengemudi.

Kegiatan sosialisasi berlangsung tanpa satu pun tilang dikeluarkan. Hasilnya, kesadaran mulai tumbuh. Satlantas Nganjuk berharap, ke depan tidak ada lagi kendaraan yang nekat parkir di bahu exit tol, demi keselamatan bersama. (Avs)

Bukan Hanya Jaga Kamtibmas, Polisi Nganjuk Panen Motivasi di Ladang Jagung


Bisa dibilang, tugas polisi kini tak melulu soal razia atau patroli malam. Di Nganjuk, Aiptu Margono, Bhabinkamtibmas Desa Macanan, baru saja membuktikan bahwa seragam cokelat juga bisa jadi penyemangat di balik hijaunya daun jagung. Pada Senin (6/4/2026), ia turun langsung ke lahan warga, bukan untuk memeriksa surat-surat, melainkan memeriksa tinggi batang dan kesuburan tanaman.

Aksi ini adalah bagian dari dorongan Polres Nganjuk terhadap program ketahanan pangan nasional. Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa kehadiran polisi di ladang adalah bentuk nyata dukungan kepada pemerintah. "Kami tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga mengajak masyarakat produktif memanfaatkan lahan," tegasnya. Dengan kata lain, setiap tongkol jagung yang tumbuh ikut menjaga stabilitas negara.

Kapolsek Loceret, AKP Triyono, menambahkan bahwa seluruh Bhabinkamtibmas dimotivasi untuk aktif mendampingi kegiatan positif warga. Di sini, tanaman jagung dipilih karena nilai strategisnya bagi ketahanan pangan. Selama pemantauan, Aiptu Margono bahkan menyempatkan diri berdialog, mendengar keluhan soal hama hingga irigasi, sekaligus mencatatnya sebagai bahan tindak lanjut.

Yang menarik, pendekatan dialogis ini membuat warga merasa didukung penuh. Margono tak henti memberi semangat agar setiap jengkal lahan yang tersedia dipakai untuk menanam jagung. "Hasil panen nanti bisa membantu kebutuhan pangan sekaligus naikkan kesejahteraan," ujarnya. Dengan pola seperti ini, ketahanan nasional benar-benar tumbuh dari bawah, satu petak ladang di Nganjuk. (Avs)

Minggu, 05 April 2026

Bukan Sekadar Tangkap, Satgas Cartenz Buktikan Penegakan Hukum Humanis pada Pulan Wonda


Apa bedanya penangkapan buronan kali ini dengan yang lain? Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak harus keras tanpa hati. Pulan Wonda alias Kamenak, yang telah 7 tahun menjadi buronan, diamankan di Kabupaten Puncak Jaya lalu dipindahkan ke Jayapura pada Sabtu (4/4/2026). Sepanjang proses pemindahan yang tiba di Bandara Sentani pukul 10.25 WIT, hak-hak tersangka tetap dipenuhi, termasuk pendampingan oleh keluarga. AKBP Andria, Wakasatgas Humas, menyebut seluruh tahapan dilakukan secara profesional, transparan, dan terukur sesuai prosedur.

Setibanya di Jayapura, Pulan Wonda langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara TK II Jayapura untuk pemeriksaan medis. Menurut AKBP Andria, ini bukti bahwa penanganan dilakukan menyeluruh dengan tetap memperhatikan kondisi dan keselamatan tersangka. Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani selaku Kepala Operasi menegaskan bahwa semua proses mulai dari penangkapan hingga pemindahan berjalan sesuai ketentuan hukum. Kombes Pol. Adarma Sinaga sebagai Wakaops menambahkan bahwa penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Kini tersangka menjalani Berita Acara Pemeriksaan oleh Subsatgas Investigasi. AKBP Andria memastikan proses hukum berjalan objektif, transparan, dan memberikan kepastian hukum. Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 berkomitmen menjaga stabilitas keamanan Papua dengan penegakan hukum yang profesional. Keberhasilan membekuk buronan 7 tahun ini sekaligus menjadi pesan bahwa tidak ada tempat berlindung bagi pelaku kejahatan.(Avs)

Polisi dan Jamaah Bersinergi, Haul Habib Sholeh di Jember Berjalan Damai


Ketika ribuan mata tertuju pada Haul Habib Sholeh bin Muchsin Al Hamid di Tanggul, Jember, di balik layar ada kerja keras tak terlihat yang memastikan semuanya mulus. Ratusan personel Polres Jember tidak hanya berjaga, tetapi juga berbaur dengan jamaah yang datang sejak Sabtu hingga Minggu. Mereka ditempatkan di jalur kedatangan, lokasi parkir, hingga area inti acara, menciptakan rasa aman yang langsung dirasakan oleh para peziarah. Tidak ada insiden berarti, hanya kekhusyukan yang terjaga penuh.

AKBP Bobby A. Condroputra, Kapolres Jember, mengawal langsung setiap tahapan pengamanan, membuktikan bahwa acara religius tahunan ini mendapat prioritas tinggi. Menurutnya, pengamanan maksimal adalah bagian dari komitmen Polri agar masyarakat bisa beribadah dengan tenang. Selain polisi, unsur lintas sektor seperti pemerintah daerah dan relawan ormas setempat juga bahu-membahu mengamankan lokasi. Kerja sama ini menjadi contoh ideal bagaimana sinergi dapat menciptakan event besar yang kondusif.

Para petugas pun tidak tinggal diam; mereka terus mengatur arus lalu lintas dan menyampaikan imbauan santun kepada jamaah. AKP Bernadus Bagas Simarmata, Kasatlantas Polres Jember, menjelaskan adanya rekayasa jalur khusus kendaraan besar roda enam ke atas. "Dari Jember menuju Surabaya, kami alihkan lewat pertigaan Kasian belok kiri arah Balung," ujarnya. Hasil akhirnya, haul berlangsung lancar, nilai-nilai kebersamaan menguat, dan spiritualitas masyarakat semakin terpelihara.(Avs)

 

Top